Derajat yang Melampaui Malaikat
Manusia bukanlah malaikat yang luput dari silap dan khilaf. Manusia adalah makhluk yang dinamis, didalam dirinya bersemayam dua potensi yang acap kali tarik menarik. Potensi ilahiah (kebaikan) dan potensi syaitaniah (kejahatan). Ketika potensi syaitaniah mengungguli potensi ilahiah, maka disaat itulah kesalahan tercipta. Kesalan yang bisa jadi sadar atau tidak sadar membuat perasaan orang lain terluka. Entah karena penghinaan, penganiayaan atau haknya telah direnggut paksa. Sebaliknya, bagi orang teraniaya yang menjadi korban dari perbuatan itu, kemudian ternyata mampu memberikan maafnya, maka detik itulah sesungguhnya dimensi ilahiah yang ada dalam dirinya mengatasi dimensi syahitaniah. Menjadikannya manusia mulia, bahkan boleh dikatakan bahwa derajatnya melampaui malaikat. Kemuliaan itu kian menjulang, manakala orang yang disakiti memiliki kesempatan atau kekuasaan untuk melakukan pembalasan, tapi tetap memilih untuk memberikan maafnya. Itu semua karena perbuatan memaafkan t...
Comments
Post a Comment